
Warungpring, Kabupaten Pemalang (29/01) Bagi pecinta buah durian, Warungpring menjadi salah satu surga penikmatnya. Sudah menjadi rahasia umum bahwa Kecamatan Warungpring, tepatnya di Desa Warungpring ini merupakan salah satu dari 3 kecamatan penghasil durian local terbanyak dengan kualitas terbaik di pemalang. Dua kecamatan lainnya adalah Kecamatan Watukumpul dan Kecamatan Bantarbolang. Setiap musimnya Warungpring selalu ramai dikunjungi dari berbagai daerah baik dari pemalang maupun luar pemalang. Selain karena buah duriannya yang khas, harganya juga bisa dibilang dibawah pasaran. Hal ini bukan tanpa sebab, karena petani Desa Warungpring ternyata memiliki pohonnya sendiri, sebagai tangan pertama tentu mereka dapat dengan leluasa menjual produk mereka dengan harga yang lebih murah dibanding pedagang yang membeli dari petani atau biasa disebut tengkulak diluaran sana.
Namun melimpahnya potensi buah durian yang dimiliki Desa Warungpring nyatanya tak sejalan dengan prinsip kebersihan lingkungan. Dimana, dari banyaknya durian yang dihasikan juga turut menyumbang banyaknya sampah biji durian. Sebagian besar masyarakat desa kurang menyadari dampak buruk limbah bagi lingkungan, meski Sebagian kecilnya sudah mencoba mengolah menjadi makanan untuk dikonsumsi sendiri.
Berangkat dari potensi dan permasalahan tersebut, Tim I KKN Undip Desa Warungpring mencoba menggali inovasi untuk mengatasi permasalahan limbah biji durian, tak hanya mengatasi masalah limbah, terobosan terbarukan yang dibuat Tim I KKN Undip juga diarahkan untuk menghasilkan output yang dapat membantu ekonomi masyarakat sekitar utamanya petani durian selepas musim panen. “Demonstrasi Pengolahan Limbah Biji Durian dan Sosialisasi Digital Marketing Product” menjadi ide dan inovasi yang coba untuk di gemborkan kepada masyarakat Desa Warungpring. Dengan mengumpulkan limbah biji durian dari para petani, mahasiswa tim kkn melakukan beberapa kali percobaan untuk menghasilkan produk makanan yang layak konsumsi. Dalam Trial dan errornya terdapat banyak kendala yang seringnya berasal dari masalah getah. Meski demikian tim mahasiswa kkn tidak menyerah, berkat ketekunan dan usaha serta semangat perubahan untuk desa, akhirnya tim kami dapat menciptakan produk olahan yang ternyata tidak hanya layak untuk dikonsumsi, namun juga layak diperjualbelikan.

Inovasi pengolahan limbah biji durian disampaikan kepada masyarakat melalui kegiatan demonstrasi, agar masyarakat dapat mengetahui secara langsung proses pembuatan, sehingga output produknya bisa memiliki kualitas seperti yang diharapkan. Kegiatan demonstrasi dan sosialisasi tersebut yang sekaligus menjadi proker multidisiplin kami dilaksanakan di SD N 03 Warungpring pada tanggal 29 Januari 2023, dengan menggandeng perangkat desa setempat, ibu-ibu PKK, dan petani durian serta masyarakat sekitar. Dalam kegiatannya selain diisi dengan demo pengolahan juga dibarengi dengan sosialisasi-sosialisasi, diantaranya :
- Sosialisasi terkait hygiene dan sanitasi serta kandungan gizi biji durian
- Sosialisasi terkait analisis HPP dan
- Sosialisasi terkait digital marketing product.

Sedangkan untuk demonstrasi yang menjadi inti kegiatan, para tamu undangan diajarkan bagaimana cara mengolah dari mulai produk mentah hingga produk siap dikonsumsi dengan dipandu secara langsung dan diberikan selebaran berupa poster yang nantinya dapat mereka gunakan sebagai panduan dirumah. Tamu undangan tampak antusias, bahkan beberapa diantaranya maju kedepan untuk secara langsung ikut dalam mengolah produk. Salah satu tamu undangan yang turut hadir kala itu juga menuturkan bahwa “Ini merupakan inovasi yang cemerlang, karena tidak cuma bisa dimakan sendiri, tapi juga bisa dijual”, ini menjadi angin segar bagi kami, setidaknya rasa letih kami terbayar karena apa yang kami perjuangkan dapat bermanfaat bagi masyarakat Desa Warungpring. Kegiatan siang itu diakhiri dengan sesi foto bersama dengan seluruh tamu undangan.
