Punya Sampah Plastik? Jangan Buang, Yuk Kepang Jadikan Tas

Warungpring, Kabupaten Pemalang (19/01) – Sampah merupakan salah satu masalah yang umum terjadi di perkotaan maupun pedesaan. Penanganan sampah pun menjadi masalah yang cukup serius karena peningkatan jumlah sampah terjadi seiring dengan laju pertumbuhan penduduk secara alami. Selain itu, terjadinya peningkatan daya beli masyarakat terhadap barang maupun hasil teknologi juga memberikan kontribusi yang besar terhadap jumlah sampah yang dihasilkan.

Seperti halnya permasalahan sampah di Desa Datar, Kecamatan Warungpring, Kabupaten Pemalang. Kurangnya kesadaran masyarakat Desa Datar untuk membuang sampah pada tempatnya dan membayar iuran kebersihan menjadi permasalahan utama di Desa tersebut. Akibatnya sampah rumah tangga menjadi menumpuk dan berserakan di depan rumah karena masyarakat Desa Datar juga malas membayar iuran kebersihan untuk memindahkan sampah dari tiap rumah ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Masyarakat lebih memilih untuk membakar sampah di depan rumah karena tidak perlu mengeluarkan biaya. Masyarakat belum menyadari bahayanya membakar sampah karena dapat mencemari lingkungan sekitar dan dapat menimbulkan penyakit pada manusia.

Permasalahan sampah memang tidak ada habisnya. Namun, apabila masyarakat mampu memanfaatkan sampah dengan baik dapat menambah nilai ekonomi. Salah satu hal yang dapat dilakukan yaitu mengubah sampah anorganik menjadi kerajinan.

Oleh karena itu, mahasiswa Tim I KKN UNDIP mengadakan kegiatan “Sosialisasi Gerakan Desa Resik Bebas Sampah dan Lingkungan Desa Datar” bersama ibu-ibu PKK. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada hari Minggu, 22 Januari 2023 di Balai Desa. Kegiatan sosialisasi ini, ibu-ibu PKK disuguhi materi mengenai sampah dan jenisnya, dampak sampah serta upaya sederhana yang dapat dilakukan untuk mengurangi sampah rumah tangga. Setelah kegiatan sosialisasi, mahasiswa tim I KKN UNDIP memberikan pelatihan kepada ibu-ibu PKK yang datang untuk membuat suatu kerajinan yaitu tas dari sampah anorganik seperti plastik kresek dan sedotan. Hanya bermodalkan plastik kresek, sedotan, kain bekas, lem dan gunting maka sampah dapat diubah menjadi tas cantik yang dapat digunakan untuk pergi ke pasar ataupun jalan-jalan. Kerajinan tas tersebut juga bisa dijual untuk meningkatkan perekonomian.

Dalam rangka mewujudkan desa resik bebas sampah dan lingkungan sehat diperlukan kesadaran dan partisipasi aktif masyarakat terhadap lingkungan. Peran ibu rumah tangga dalam pengelolaan sampah sangat penting karena setiap hari ibu-ibu yang sering mengurus sampah di rumah. Jadi apabila ibu-ibu rumah tangga sudah memiliki kesadaran untuk memilah sampah dan mengolah sampah menjadi produk yang memiliki nilai jual seperti yang sudah diajarkan mahasiswa tim I KKN UNDIP merupakan suatu langkah yang cukup besar untuk mengurangi permasalahan sampah di Desa Datar.

Harapannya setelah dilaksanakan kegiatan sosialisasi dan pelatihan ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat Desa Datar untuk membuang sampah pada tempatnya dan memanfaatkan sampah menjadi suatu produk.

 

#kknundip #p2kknundip #lppmundip #undip